Cara Membaca Grafik Trading

Cara Membaca Grafik Trading bagi Pemula dengan Berbagai Jenis

Bagi trader pemula mungkin belum begitu mengenal cara membaca grafik trading, padahal akan lebih baik jika anda mengetahui dengan baik, bagaimana pergerakan harga saham melalui grafik yang disajikan, untuk melakukan analisis saham yang terbilang penting bagi investor.

Dengan melakukan analisis saham, maka anda akan mengetahui dengan baik strategi seperti apa yang akan digunakan dalam mengelola trading. Dalam membeli atau menjual saham, tentu kamu perlu melakukan analisis terlebih dahulu, agar bisa menjual saham di waktu yang tepat.

Cara membaca grafik trading bisa membantu anda dalam mengetahui harga saham yang mengalami kenaikan atau penurunan. Grafik yang digunakan dalam analisis juga beragam bentuknya, tentu cara membacanya juga berbeda dan perlu trader pahami dengan baik.

Dalam mengelola trading, memang banyak hal baru yang akan kamu pelajari dan mungkin juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Jangan terburu-buru dalam mengelola trading, sebab diperlukan ilmu mencukupi agar trader mampu memanfaatkan strategi dengan baik.

Cara Membaca Grafik Trading bagi Pemula dengan Berbagai Jenis

Dalam melakukan analisis teknikal, maka anda perlu mengetahui cara membaca grafik dengan baik dan benar. Jika anda sudah mengetahui cara membacanya, maka nantinya akan mudah bagi trader dalam membaca pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya.

1. Grafik Candlestick

Cara membaca grafik trading pertama yaitu bentuk candlestick, jenis ini populer dan sebagian trader biasanya menggunakan candlestick dalam melakukan analisisnya. Candlestick berbentuk seperti lilin, lalu data yang diberikan pada chart hampir sama dengan bar chart.

Terdapat bagian-bagian candlestick yang perlu kamu ketahui, bagian body menunjukkan harga pembukaan atau penutupan pada jangka waktu tertentu. Berbentuk persegi empat berwarna merah, hijau, hitam dan putih.

Lalu ada bagian shadow atau wick, menunjukkan lowest price atau highest pada jangka waktu tertentu. Ditunjukkan dalam garis lurus, berada di bawah atau di atas body candlestick dengan warna serupa pada body.

Dalam membaca candlestick anda perlu memperhatikan ukuran candle, semakin panjang tubuh candle, maka semakin tinggi tekanan jual beli saham. Sedangkan semakin pendek tubuh candle, maka pergerakan harga saham minim dan terjadinya konsolidasi harga saham.

LIHAT JUGA  Cara Menghitung Lot Forex dengan Mudah

Cara membaca grafik trading candlestick berikutnya, dilihat lewat panjang ekor atau shadow candle. Semakin panjang shadow candle, menunjukkan beberapa aktivitas trading jauh melewati harga pembukaan dan penutupan pada jangka waktu tertentu.

Sebaliknya semakin pendek ekor candle, maka menunjukkan mayoritas aktivitas trading berada dekat dengan harga pembukaan dan penutupan. Lalu bagaimana jika ekor candle atas dan bawah tidak sama, terdapat arti tertentu yang perlu trader ketahui.

Jika ekor atas lebih panjang dari ekor bawah, maka pembeli mendominasi sesi trading dengan melakukan bidding pada harga tinggi, sedangkan penjual berupaya menekan harga lebih rendah.

Namun jika ekor atas lebih pendek dari ekor bawah, maka penjual mendominasi trading dengan menekan harga saham agar turun, sedangkan pembeli melakukan bidding di harga tinggi.

2. Grafik Batang

Grafik batang juga sering disebut bar chart, grafik ini menunjukkan bagaimana pergerakan harga saham dalam suatu periode. Setiap batang menunjukkan harga pembukaan, penutupan, terendah dan tertinggi.

Harga pembukaan ditunjukkan dengan garis horizontal di sebelah kiri garis vertikal, sedangkan harga penutupan ditunjukkan dengan garis horizontal di sebelah kanan garis vertikal. Jika close berada di atas open, maka batang berwarna hitam atau hijau.

Sedangkan close berada di bawah open, maka batang berwarna merah. Cara membaca grafik trading berikutnya mengenai kode batang, dimana kode warna pada batang menunjukkan tren atau pergerakan harga secara jelas, dan kamu bisa memilih periode untuk dianalisis.

Periode satu hari cocok dipilih oleh trader bukan investor, sedangkan periode mingguan cocok bagi kamu yang berinvestasi jangka panjang. Batang vertikal menunjukkan perbedaan harga yang besar, antara highest price dengan lowest pada suatu periode.

Sedangkan batang vertikal pendek menunjukkan terjadinya sedikit volatilitas, jika terdapat jarak yang besar antara open dan close, maka harga telah membuat pergerakan signifikan. Jika harga close jauh di atas open, menunjukkan pembeli aktif di periode tersebut.

Namun jika close lebih dekat dengan open, menunjukkan tidak banyak pembelian di periode tersebut. Melalui warna, kamu bisa mengetahui tren mengalami kenaikan yang ditandai dengan warna hitam atau hijau, sedangkan tren penurunan ditandai dengan warna merah.

LIHAT JUGA  Inilah Cara Beli Saham BRI untuk Anda yang Masih Pemula

3. Grafik Garis atau Line Chart

Grafik garis platform perdagangan adalah salah satu grafik paling sederhana. Bagan ini sering digunakan oleh pedagang dan analis teknis karena data lengkap dapat ditampilkan.

Cara membaca grafik jenis ini sangatlah mudah, apabila grafik garis menanjak itu artinya sedang terjadi tren bullish. Apabila grafik garis turun itu artinya sedang terjadi tren bearish. Terakhir apabila posisi grafik garis datar, itu artinya terjadi sideways.

Line Chart ditampilkan sebagai garis yang menghubungkan harga penutupan.

Perdagangan, misalnya, telah ditutup pada level tertentu dalam beberapa hari terakhir. Masing-masing level harga penutupan tersebut terhubung dalam garis lurus dan di sini pada waktu tertentu Anda dapat dengan mudah mengamati tren harga secara keseluruhan.

Misalnya, perdagangan ditutup pada harga pada beberapa hari berturut-turut;

100, 200, 150, 250, dan banyak lagi.
Harga-harga ini terhubung dalam garis lurus sehingga Anda

Cara Membaca dan Memahami Grafik Harga

Setelah mengetahui beberapa jenis grafik, para trader harus dapat membaca pergerakan harga. Dalam dunia trading lebih lanjut yang perlu dipahami adalah mengetahui istilah yang sering digunakan para trader saat membaca maupun menganalisis market. Berikut ini adalah rangkuman istilah-istilah yang familiar dalam dunia trading.

1. Trend

Merupakan pergerakan suatu instrument keuangan menuju arah tertentu bisa mengalami kenaikan bahkan penurunan harga.

2. Range

Merupakan informasi mengenai harga yang bergerak flat (sideways), tidak memiliki kenaikan atau bahkan mengalami penurunan.

3. Uptrend/Relly

Harga yang bergerak naik.

4. Downtrend

Harga yang bergerak turun.

Begitulah istilah yang berhubungan dengan cara membaca grafik trading. Perlu anda tahu bahwa membaca pergeseran harga di suatu pasar uang memerlukan penggunaan timeframe yang pas, juga disesuaikan dengan jenis trading yang anda lakukan.

Selanjutnya, mulai cari harga paling tinggi dan harga paling rendah dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan timeframe yang anda tentukan. Pakai juga indicator-indikator lain dalam menganalisis pasar uang.

Banyak penjelasan yang perlu anda pahami dengan baik, jangan sampai salah dalam membaca grafik. Sebab melakukan analisis terlebih dahulu terbilang penting, dan nada perlu memahami dengan baik cara membaca grafik trading.