Bromhexine Dan Ambroxol

Bromhexine Dan Ambroxol

Batuk adalah salah satu gejala umum yang biasa dialami oleh orang-orang dari segala usia. Penyebab batuk bisa bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernafasan akut hingga alergi. Namun, ada satu hal yang sama, yaitu anda harus mengobatinya dengan obat yang tepat. Salah satu obat yang populer untuk mengobati batuk adalah Bromhexine dan Ambroxol. Kedua obat ini merupakan obat mucolytic yang berfungsi untuk mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluaran dahak saat batuk.

Apa itu Bromhexine dan Ambroxol?

Apa itu Bromhexine dan Ambroxol?

Bromhexine dan Ambroxol adalah dua jenis obat yang berfungsi sebagai mucolytic. Kedua obat ini merupakan derivat dari gliserin yang berfungsi untuk mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluarannya. Kedua obat ini juga dapat membantu mengurangi rasa sakit saat batuk. Keduanya memiliki efek yang sama, tetapi ada perbedaan antara keduanya. Bromhexine bekerja dengan cara menghambat produksi mukus, sementara Ambroxol bekerja dengan cara meningkatkan produksi cairan sekresi mukus.

Kapan Anda Harus Menggunakan Bromhexine dan Ambroxol?

Kapan Anda Harus Menggunakan Bromhexine dan Ambroxol?

Kedua obat ini biasanya digunakan untuk mengobati batuk berdahak dan batuk kronis. Keduanya juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru seperti bronkitis, asma, dan bronkiektasis. Selain itu, keduanya juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan iritasi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, sebelum menggunakan obat ini, anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa obat ini cocok untuk anda.

Cara Penggunaan Bromhexine dan Ambroxol

Cara Penggunaan Bromhexine dan Ambroxol

Bromhexine dan Ambroxol tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Dosis yang dianjurkan untuk dewasa adalah 8 mg untuk Bromhexine dan 7,5 mg untuk Ambroxol, setiap 8 jam. Anda harus mengambil obat ini dengan makanan atau setelah makan. Anda harus mengikuti anjuran dokter untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan mengambil lebih dari dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, diare, dan sakit perut.

Efek Samping Bromhexine dan Ambroxol

Efek Samping Bromhexine dan Ambroxol

Meskipun Bromhexine dan Ambroxol aman digunakan, namun beberapa efek samping dapat terjadi selama penggunaannya. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain mual, diare, sakit perut, pusing, ruam kulit, dan sakit kepala. Jika anda mengalami salah satu dari efek samping tersebut, segera berhenti mengonsumsi obat ini dan segera hubungi dokter.

Kontraindikasi untuk Penggunaan Bromhexine dan Ambroxol

Kontraindikasi untuk Penggunaan Bromhexine dan Ambroxol

Kedua obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh pasien dengan riwayat alergi terhadap Bromhexine atau Ambroxol. Selain itu, kedua obat ini juga tidak boleh dikonsumsi oleh pasien dengan penyakit jantung, ginjal, dan hati. Jika anda memiliki salah satu dari penyakit tersebut, sebaiknya anda tidak mengonsumsi kedua obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kesimpulan

Kesimpulan

Bromhexine dan Ambroxol adalah obat mucolytic yang populer untuk mengobati batuk. Kedua obat ini bekerja dengan cara yang berbeda, namun memiliki efek yang sama, yaitu mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluarannya. Meskipun aman digunakan, namun ada beberapa kontraindikasi yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi kedua obat ini. Jadi, sebelum mengonsumsi kedua obat ini, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Bromhexine dan Ambroxol adalah obat mucolytic yang populer untuk mengobati batuk. Keduanya dapat membantu mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluarannya. Namun, sebelum mengonsumsi kedua obat ini, anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa obat ini cocok untuk anda dan tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.